Semua perbedaan ada disini

8 Perbedaan Gitar Akustik dan Klasik

Untaian suara gitar sangat menawan hati tuk menemani seorang kekasih yang tak kunjung kembali. Mungkin saat ini anda sedang mencari apa perbedaan antara gitar akustik dengan gitar klasik saat ditinjau dari bahan senar, cara memainkan, berat, bentuk, dan dimensi gitar. Untuk itu perhatikan kedelapan perbedaan utamanya.


Gitar merupakan nama salah satu alat musik berdawai yang dipetik menggunakan jari atau plektrum. Senar yang digunakan gitar terbuat dari nilon atau baja, biasanya senar berjumlah enam yang dipasang secara berdempetan. Bahan yang digunakan untuk membuat gitar secara tradisional yaitu dari berbagai jenis kayu, adapun pada saat ini diproduksi gitar modern yang dibuat oleh pabrik dari material polikarbonat.

Baca juga: Perbedaan Drama dan Teater

Gitar Akustik

Pengertian gitar akustik adalah salah satu jenis gitar yang menghasilkan suara dari getaran senar yang dialirkan melalui sadel dan jembatan tempat pengikat senar ke dalam ruang suara. Resonansi terjadi pada suara di dalam ruang suara dengan kayu badan gitar. Bagus atau jeleknya suara gitar yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh jenis kayu dan senar yang digunakan.

Adapun karateristik gitar akustik diantaranya ialah suara senar diperkuat oleh bagian resonansi, biasanya memiliki enam senar (sebagian gitar akustik memiliki tujuh senar atau lebih), senar terbuat dari baja, dan seluruh bagian gitar akustik terbuat dari kayu (suara gitar menjadi lebih kuat dan lebih baik).

Alat untuk memetik senar disebut Pick yang terbuat dari bahan keras seperti plastik, tulang, kayu, baja, atau cangkang kura-kura. Cara penggunaannya ialah dengan meletakkannya diantara ibu jari dan jari telunjuk sehingga dihasilkan suara petikan yang maksimal. Pick memiliki variasi bentuk dan ukuran, contohnya pick tipis dengan ketebalan 0,2 - 0,5 mm yang digunakan untuk memainkan melodi.

Gitar Klasik

Pengertian gitar klasik adalah salah satu jenis gitar akustik yang umumnya digunakan dalam memainkan musik klasik. Ciri khas dari gitar klasik ini ialah bahan senarnya terbuat dari nylon dan biasanya memiliki 12 fret. Yang harus diingat oleh anda ialah pemasangan jenis senar string di gitar klasik akan menimbulkan kerusakan yang cukup serius, jadi hindarilah penggunaannya.

Fungsi badan gitar ialah sebagai tabung resonator yang dapat memperbesar bunyi hasil dari getaran senar. Perhatikan juga pada papan suara terdapat lobang suara yang berfungsi untuk mengeluarkan bunyi. Namun pada dasarnya bunyi dihasilkan dari getaran senar yang terentang di antara batang penyanggah (nut) dengan gading pembatas (bridge) pada pangkal pengikat dawai di atas papan suara (base).

Perbedaan Gitar Akustik dan Klasik

Sebenarnya apakah itu gitar klasik atau gitar akustik, keduanya sama-sama berfungsi secara akustik. Namun anda dapat menemukan perbedaannya jika memperhatikan pada bentuk, ukuran, dan bahan yang digunakan.

1. Panjang senar gitar akustik adalah 644 mm, sedangkan panjang senar gitar klasik adalah 650 mm.

2. Bahan senar gitar akustik terbuat dari baja, sedangkan gitar klasik terbuat dari nilon.

3. Gitar akustik dibuat dalam berbagai ukuran, sedangkan gitar klasik memiliki ukuran yang relatif sama.

4. Gitar akustik terasa lebih berat, sedangkan gitar klasik lebih ringan.

5. Senar gitar akustik dapat dipasang senar dari bahan baja atau nilon, sedangkan senar gitar klasik hanya dapat dipasang senar dari bahan nilon.

6. Badan gitar akustik sedikit lebih ramping dibandingkan dengan gitar klasik.

7. Gitar akustik dapat dimainkan menggunakan plectrum, sedangkan gitar klasik tidak dapat dimainkan menggunakan plectrum.

8. Gitar akustik digunakan untuk jenis musik jazz, rock, blues, atau pop, sedangkan gitar klasik sering digunakan untuk jenis musik klasik.

Demikian perbedaan gitar akustik dengan gitar klasik yang telah diuraikan dari berbagai bagian gitar. Semoga para pembaca menemukan fakta-fakta baru dari kedua jenis gitar yang secara visual akan tampak hampir mirip ini.

8 Perbedaan Gitar Akustik dan Klasik Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Agus Kurnia